Bisnis mi ayam adalah bisnis yang tidak akan pernah mati, mengapa? Mi ayam adalah makanan khas Indonesia. Jadi, lidah orang Indonesia sudah sangat akrab dengan makanan ini sehingga sangat kecil kemungkinan akan bosan.
Meski mi bukan menjadi makanan pokok orang Indonesia. Tapi, karbohidratnya bisa menggantikan karbohidrat makanan pokok kita yaitu nasi. Bahkan, orang Jepang dan China menjadikan mi sebagai makanan pokok mereka.
Itu sebabnya kenapa mie ayam merupakan peluang yang bagus, asal kita membuat produk yang enak, lain dari yang lain, dan memiliki tempat strategis untuk berdagang.
Lantas bagaimanakah cara untuk memulai bisnis ini dengan modal yang terbatas? Berikut ulasannya tentang cara memulai usaha bisnis mi ayam modal di bawah 10 juta.
Memulai Bisnis Mi Ayam
Untuk memulai bisnis mi ayam ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, diantaranya:
- Mencari ilmu tentang pembuatan mi ayam, baik melalui buku, internet, atau referensi lain. Bisa juga mendatangi pengusaha mi yang terkenal enak dan belajar langsung kepadanya, baik mengenai pembuatan, peralatan yang dibutuhkan, maupun pemasarannya.
- Menyiapkan peralatan untuk membuat mi dan perlengkapan penjualan.
- Mulai menentukan strategi pemasaran, apakah menjadi pedagang kaki lima yang memakai gerobak dan dipasarkan keliling suatu wilayah, atau langsung mangkal di suatu tempat.
Hambatan Bisnis Mi Ayam
Beberapa hambatan yang seringkali dijumpai pada bisnis ini diantaranya:
- Banyaknya pesaing, Namun demikian, pesaing bisa hadapi dengan strategi yang tepat. Justru inilah ketangguhan seseorang pebisnis diuji.
- Dipalak preman dengan tidak membayar mi ayam yang sudah dimakan. Atau bahkan ditipu. Itu adalah hal sangat sering dirasakan oleh pebisnis.
- Naiknya bahan baku industri.
Beberapa hambatan di atas penting untuk diketahui agar dapat dilakukan langkah antisipasi yang tepat.
Strategi Bisnis Mi Ayam
Strategi bisnis yang dapat Anda lakukan:
- Mencari tempat usaha yang strategis. Hindari tempat yang sepi dan preman.
- Memberikan servis yang baik untuk pembeli.
- Menjual produk yang terbaik, baik itu mutu maupun rasanya. Bila untuk mendapatkan produk kualitas tersebut butuh biaya yang sedikit mahal, lebih baik menaikkan harga daripada menurunkan kualitas maupun porsinya.
- Bila yakin bahwa berkualitas dan rasa makanan produksi kita bagus. Siaplah untuk bersaing dengan harga. Karena konsumen akan mengejar cita rasa yang khas, meski mengeluarkan harga yang lebih mahal.
- Merekrut karyawan yang benar-benar komit untuk menjaga mutu produk. Terutama bila seorang pengusaha ingin membuka cabang di tempat lain.
- Untuk menekan biaya produksi, harus sering survei bahan baku ke pasar.
- Membuat inovasi rasa baru dan lebih sehat seperti mi hijau campuran tepung bayam, mi ungu campuran tepung ubi, mi orange campuran tepung wortel.
Analisis Bisnis Mi Ayam
Modal Awal :
– Gerobak untuk jualan 1 buah================Rp 1.000.000
– Kompor gas 1 pasang=====================Rp 250.000
– 1 Buah Tabung LPG 3kg === ==============Rp 160.000
– Buleng (tempat masak mi) 1 buah ============ Rp 500.000
– 2 Lusin mangkok @ Rp 30.000 ============== Rp 60.000
– 2 Lusin sendok @ Rp 25.000 ================Rp 50.000
– 2 Lusin sumpit @ Rp 9.000 ================= Rp 18.000
– Saringan mi 1 buah ====================== Rp 35.000
– Sendok sayur 1 buah ===================== Rp 15.000
– Mesin penggilingan 1 buah ================= Rp 500.000
Jumlah Rp 2.588.000
Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun= (Rp 2.588.000 – Rp 1.000):4 = Rp 646.750 per tahun atau sama dengan Rp 53.896 per bulan
Perlengkapan Mi Ayam:
– Kantong plastik =========================Rp 50.000
– Plastik ===============================Rp 80.000
– Gas (5 X Rp 14.000) =====================Rp 70.000
– Payung===============================Rp 50.000
Jumlah Rp 250.000
Bahan baku Mi Ayam :
– Sambal ============================== Rp 10.000
– Kecap 1 botol ========================== Rp 3.500
– Saos 1 botol =========================== Rp 6.000
– Ayam (50 porsi) 3 kg @ Rp 22.000 =========== Rp 66.000
– sayur (Sawi dan lain-lain) 4 kg @ Rp 3.000======Rp 12.000
– Bumbu (Merica, pala, vetsin, garam dan lain-lain) = Rp 10.000
– Minyak sayur 1 liter @ Rp 8.000 =============Rp 8.000
– Tepung untuk 50 porsi @ 6000/kg =========== Rp 30.000
– Telor (15 biji) 1 kg Rp 12.000 =============== Rp 12.000
Jumlah Rp 157.500
Perhitungan Laba/Rugi per bulan
Pendapatan (50 porsi X 30 hari x Rp Rp 5.000) Rp 7.500.000
Biaya-biaya Mi Ayam :
– Biaya bahan baku =======================Rp 4.725.000
– Biaya perlengkapan======================Rp 250.000
– Biaya gaji karyawan ===================== Rp 750.000
– Biaya penyusutan peralatan ================Rp 53.896
– Biaya lain-lain ==========================Rp 200.000
Jumlah biaya Rp 5.978.896
Laba bersih Rp 1.521.104
Bagi Anda yang punya keinginan bisnis di dunia kuliner, semoga ulasan cara memulai usaha bisnis mi ayam modal di bawah 10 juta dapat menjadi referensi yang bermanfaat untuk dipertimbangkan.

