Pakan Ternak Sapi Bali

Pakan ternak sapi bali sedikit berbeda dengan sapi biasa. Sapi bali merupakan salah satu jenis sapi ternak lokal yang berasal dari hasil persilangan dengan banteng dan banyak memiliki banyak keunggulan.

Maka tak heran, banyak peternak sapi yang  berlomba-lomba mencoba membudidayakan atau beternak sapi yang berasal dari Bali ini.

Selain ukurannya yang besar, tulang sapi Bali relatif lebih kecil sehingga daging yang dihasilkan jauh lebih banyak. Selain itu, kulitnya dapat digunakan sebagai bahan olahan kerajinan tangan dan industri.

Saat ini, harga sapi Bali berkisar antara Rp. 6.000.000 untuk ukuran anakan dan Rp. 17 Juta rupiah untuk sapi kualitas super. Cara beternaknya pun cukup mudah. Sama halnya dengan sapi-sapi yang lain, perawatan sapi Bali rupanya tak jauh-jauh dari urusan kebersihan kandang, kesehatan makanan, dan lingkungan.

Agar terhindar dari berbagai macam penyakit, kandang sapi Bali harus bersih, kering dan lantainya terbuat dari semen serta memiliki sanitasi yang baik.

Lakukan penyemprotan kandang serta vaksinasi secara rutin agar sapi kebal terhadap penyakit. Untuk pakan ternak sapi Bali, diantaranya anda bisa memberi rumput segar, jerami padi, kulit kakao, dan juga makanan konsentrat. Selain itu, sapi juga harus diberi air minum yang cukup.

Kebutuhan pakan sapi kurang lebih sebesar 10% dari berat badannya.  Untuk reproduksi, sapi bali betina dapat dikawinkan mulai usia 15-20 bulan. Sapi betina memakan waktu hingga 285 hari saat hamil. Setelah anakannya berusia 3 bulan, anda dapat mengawinkan indukannya kembali.

Cara merawat sapi bali

Selain pakan ternak sapi bali yang harus anda perhatikan, hal yang tak kalah penting adalah perawatannya. Hal ini untuk menjaga agar sapi anda tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Berikut adalah beberapa tips perawatan sapi bali agar tetap sehat.

  1. Pakan yang berkualitas

Dalam beternak, hal utama yang menjadi pertimbangan tentulah pakannya. Sapi Bali termasuk hewan ternak yang mudah untuk dipelihara. Pakan yang diperlukan pun cukup mudah. Anda dapat memberinya rumput segar  dan pakan konsentrat untuk menjaga asupannya tetap seimbang.

  1. Kandang yang bersih

Selain paka, kandang sapi perlu diperhatikan kondisinya. Kandang harus bersih, serta dapat melindungi dari panas dan hujan, sehingga kandang harus memiliki atap. Namun diusahakan agar kandang tidak terlalu rapat agar sinar matahari dapat masuk dengan mudah agar sapi tetap hangat.

Selain itu, pemilik sapi harus secara rutin membersihkan kandang dengan cara menyediakan air mengalir untuk melakukan penyemprotan. Untuk itu, pembuangan kotoran sapi juga wajib disediakan secara khusus agar bibit-bibit penyakit tak mudah muncul dan menular kepada sapi.

  1. Vaksinasi

Vaksinasi dirancang agar ternak memiliki kekebalan tubuh terhadap virus, bakteri, dan protozoa. Meskipun demikian, vaksinasi tidak dapat mencegah terjadinya infeksi. Agar sapi anda tetap sehat, anda dapat memberinya vaksin minimal 2 kali dalam setahun.

Dengan demikian, anda tak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk perawatan kesehatan dan dapat meningkatkan nilai jual sapi anda.

Demikianlah ulasan mengenai cara perawatan dan pakan ternak sapi bali. Agar lebih jelas, tak ada salahnya menanyakan pada petugas kesehatan ternak agar sapi anda terbebas dari penyakit karena sapi yang sehat dapat meningkatkan nilai ekonomis dan harga jual. Selamat mencoba.